Halo Sobat! | Members area : Register | Sign in
Pasang Iklan | Kontak | Profile | Link | Donasi | Sitemap
Artikel Terbaru :

Asik Opini

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi Anak Bangsa

Ditulis Oleh Ikhwanul Kiram on 24 Oktober 2011 | 10/24/2011 09:01:00 PM

Wahai bangsaku,

mungkin memang kita hanyalah ranting

yang paling rapuh

pada pohon kehidupan.


Namun yakinlah, kita pasti akan mampu

tumbuhkan sekuntum bunga

yang terindah.


Asal kita mau belajar dari kegagalan,

juga dari rasa sesal dan bersalah,

kita akan menjadi lebih gigih

dalam kehidupan ini.


Seakan bunga yang terus mekar

tanpa pernah memilih musim.

Atau sehelai daun yang tetap hijau berkibar,

tak pernah gentar walau diterpa badai.

Bahkan tersenyum lebar,

seakan dibelai mesra dengan sepenuh cinta.


Bangkitlah, bangsaku!

Mungkin kita takkan pernah menang,

tapi kita harus terus berjuang.

Mungkin kita akan selalu kalah,

tapi kita tak boleh menyerah.


Mungkin kita takkan pernah bisa,

tapi kita harus terus berusaha.

Mungkin kita tak punya tujuan,

tapi kita harus terus berjalan.


Kala disakiti, cobalah untuk tidak membenci.

Kala terjatuh, cobalah untuk tidak mengaduh.

Kala sakit, cobalah untuk tidak menjerit.

Kala gagal, cobalah untuk tidak menyesal.

Kala berduka, cobalah untuk tidak kecewa.

Dari sedikit yang kita punya, cobalah untuk memberi.

Dari beberapa yang kita terima, cobalah membuatnya berarti.


Mungkin kita lemah,

tapi kita punya semangat yang kuat.

Mungkin kita kecil,

tapi kita punya harapan yang besar.

Di hati kita, masih ada cinta yang menyala.

Di bibir kita, masih ada senyum yang terkulum.


Bersatulah bangsaku!

Bersatulah bagai rumpun bambu!

Mari, kita hadapi badai topan kehidupan

dengan menari!


Percayalah, bahwa kita dicipta

bukan hanya untuk sia-sia.

Tunjukkan pada dunia

bahwa kita pasti bisa.

10/24/2011 09:01:00 PM | Baca Selengkapnya»

MERAJUT IMPIAN DALAM KEBIMBANGAN

Ditulis Oleh Anonim on 15 Oktober 2011 | 10/15/2011 02:29:00 PM

kulihat senja mulai hadir
matahari telah bersembunyi
dibalik biru langit yang tak berujung
dan gemintang hadir meramaikan suasana malam

kegelisahanku seketika datang
kegamangan mulai menampakkan wujudnya
kebimbangan meredam kebahagiaan
membalut hati dengan tinta penuh luka

akankah konsentrasi yang tlah lenyap bangun kembali?
berlari dari kebimbangan hati
menuju kepastian yang penuh arti
tak lewatkan sedetikpun waktu yang berarti

ketika Tuhan telah menunjukkan jalanku
membuka gerbang penuh cahaya
kegelisahan itu seakan luput
dalam naungan malam penuh doa

air mata tak mampu ku redam
bahuku tak mampu tegap
tergulai dalam doa dan permohonan
yang tak tau kapan habisnya

impianku tak boleh sirna
tekad teguh ku tanamkan
niat pasti ku bulatkan
diiringi doa pada Sang Tuhan

tak ada keluh yang akan ku ucap
takkan ada tangis untuk sebuah masalalu
hanya ada impian masa depan
yang kan kurajut dengan penuh kepastian
10/15/2011 02:29:00 PM | Baca Selengkapnya»

Tak MengertiKu

Ditulis Oleh Keyoy on 14 Oktober 2011 | 10/14/2011 03:45:00 PM

 Tak MengertiKu

Aku besar dari kebingungan keadaan
Dan aku ada dari ketidak tahuan
Aku juga terlahir dari ronga kebosanan realitas
Dan aku sekarang besar menjadi bingung

Melihat semua kebingungan yang terpaksa
Ada benci yang rapi tersembunyi
Juga bohong yang tersemat di kantung saku celana
Ow aku anak kebosanan beribukan penderitaan dari pernikahan ketidak adilan

Ayahku kesombongan yang lantangkan air mata kesibukanya
Akankah ku nikahi gadis pemuja harapan semu
Hinga lahir anak-anak kemunafikan di kemudian
Yang setia berbasa basi dgn penuh tipuan

Harus kah aku menjadi kan keteladanan sebagai impian
Jika mata ku tak mampu terpejam melihat kenyataan
Ada kah yang mau ku pacari
Dengan suapan puisi jika lapar mengerti

Kuraba jawabanya apaitu mampu mengenyangkan perut !!
Juga takkau  mendengar tawa airmata  yang berlebih harap
Seorang  yang penuh kredibilitas bukan sepertiku
Hanya  yang buta menyetia dalam penuh derita di perkawinan keabadian

Dengan ikatan keharusan yang muluk tanpa mengeleng
Sebagai lambang kerinduan dini dari pengetahuan kepasrahan
Aku dan inginku  ketika tak tentu karena ragu siapa aku?


Dikirim oleh: Ranga Maker
Email:  malahnyare@hotmail.com
Kategori: Puisi


Dari Admin: Terimakasih banyak buat Ranga yang udah kirim puisinya ke MajalahAsik.com ys :)
10/14/2011 03:45:00 PM | Baca Selengkapnya»

DALAM NAUNGAN SELIMUT KUSAM

Ditulis Oleh Anonim on 09 Oktober 2011 | 10/09/2011 03:14:00 PM

selimut kelam menyelimuti hatimu
selimut hitam menyelimuti hidupmu
selimut kusam menyelimuti tingkahmu
selimut hitam bagian dari dirimu

tanpa selimut itu kau kan berkabut
tanpa selimut kebanggaan itu cerahmu terbungkus
tanpa selimut hitam kau tak bermakna
selimut hitam naungan persembunyianmu

kau bungkus kejahatanmu dalam senyuman
kau sakiti diriku di belakang
kau tebar senyuman ketika aku tak tau
kau menginjakku dari belakang

sungguh hebat kau yang berselimut usang
hidupmu seakan bak seorang putri
hartamu gemilang namun tak berarti
namun imanmu tega kau mutilasi

dimana hati nurani???
apa ia telah menjauh darimu dan terus berlari
apa hati nurani memang tak pernah kau semai sejak awal
sehingga temanmu kau jadikan umpan.

parasmu tak berarti
perasaanmu seakan telah mati
hanya ada kesenangan duniawi
yang kau rasa kan abadi

taukah kau betapa beruntungnya dirimu
jika kau mampu menjaga segala titipan
taukah kau seberapa indahnya dirimu
tanpa harus kau mengikuti duniawi

anda saja semua bisa kuputar
tak ingin aku mengenalmu
lebih baik naungan selimut semu mu segera kau tampakkan
karena aku tak akan pernah dendam

amarah akan ku redam
sakit akan ku tanam dalam
emosi akan segera padam
karena pecundang pasti takkan menang.
10/09/2011 03:14:00 PM | Baca Selengkapnya»

kehidupan

Ditulis Oleh Anonim on 07 Oktober 2011 | 10/07/2011 08:11:00 PM

lukislah hidup semampunya
warnai ia dengan tinta keabadian
hilangkan keburukan dengan penghapus amnesia
ukir ia dengan keyakinan dan kesungguhan
jalani hidup dengan keberanian
cintai hidup dengan penjagaan
jagalah hidup dengan keimanan
tuntunlah hidup ke jalan yang benar
jangan belok ke kanan jika tak yakin
dan berjalan ke kiri karena kan terkilir
cukup berjalan ke satu arah
berlandaskan AL-QUR"AN dan HADIST
hiaslah ia dengan senyuman
bumbui dengan kebahagiaan sejati
hapus segala drama yang ada di dalamnya
hilangkan segala sandiwara yang ada
gantilah dengan sebuah ketulusan
ciptakan sebuah keikhlasan
agar hidupmu berjalan seperti air
akan tetap mampu melawan batu karang meski harus berusaha sampai nanti
10/07/2011 08:11:00 PM | Baca Selengkapnya»

Berhenti Untuk Berharap

Ditulis Oleh Aulia Fitra Rezky Rasyid on 03 Oktober 2011 | 10/03/2011 04:20:00 PM

sampai kapan….

sampai kapan ku harus memendam

memendam perasaan yang tak pasti

memendam cinta ku padamu

yang berlalu biarlah berlalu

hari demi hari ku coba

ku coba memendam perasaan ini

perasaan cinta ku padamu

aku yakin….

walaupun…ku pendam perasaan ini

tak kan terbuang sia-sia

karna ku tulus mencintaimu

apakah ku harus berhenti

berhenti untuk mencintaimu

berhenti tuk berharap ,,, berharap

tuk terbalas cintaku ini padamu.

10/03/2011 04:20:00 PM | Baca Selengkapnya»