Halo Sobat! | Members area : Register | Sign in
Pasang Iklan | Kontak | Profile | Link | Donasi | Sitemap
Artikel Terbaru :

Asik Opini

Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Cara Buat Fitur Baru Facebook Timeline

Ditulis Oleh Keyoy on 24 September 2011 | 9/24/2011 11:36:00 PM

MajalahAsik.com - Facebook keluarin fitur baru lagi yaitu fitur Timeline. Timeline adalah tampilan baru profil pengguna Facebook yang sangat jauh berbeda dengan yang kita kenal sekarang, salah perbedaan yang mencolok adanya foto 'cover' yang besar di bagian atas 'Timeline'.

Fitur ini baru tersedia untuk para pengembang yang ingin membuat aplikasi baru Facebook, jadi untuk 750 juta pengguna yang ada di seluruh dunia belum bisa menikmati fitur baru ini dalam beberapa minggu ke depan.

Namun PCWorld menunjukkan cara bagaimana mendapatkan fitur Timeline tersebut tanpa harus lama-lama menunggu. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Log in ke Facebook, kemudian ketik di kotak search-nya 'developer', maka akan muncul pilihan Developer, klik itu.

2. Setelah di klik Facebook akan meminta kita memasukkan ulang password Facebook.

3. Akan muncul halaman dasar Developer Facebook.

4. Untuk 'menipu' Facebook kalau kita adalah ahli komputer (padahal bohongan), kita akan membuat sebuah aplikasi. Klik di sudut kanan atas 'Create New App'.

5. Facebook akan meminta kita memasukkan data-data seperti nama aplikasi dan segala macamnya. Masukkan saja seperlunya dan tidak usah terlalu detil karena aplikasi yang akan kita buat tidak akan bisa dilihat orang lain kecuali kita, kalau beres klik 'Save Changes'.

6. Setelah semua beres klik pilihan di sebelah kiri halaman 'Open Graph'. Untuk memulai fitur 'Open Graph' Facebook meminta kita menjelaskan apa yang dilakukan aplikasi ini dan pada siapa diterapkan, isi saja sembarang kata dan klik 'Get Started'.

7. Akan muncul halaman setting, ini sebenarnya tidak terlalu perlu karena aplikasi yang kita buat tidak akan dilihat orang lain.

Dan selesai, tinggal menunggu saja beberapa menit dan kita akan mendapat status sebagai 'Developer'. Setelah sekian waktu kembalilah ke halaman 'Home' dan seharusnya dibagian atas ada pilihan untuk menggunakan fitur 'Timeline'.

Perlu diperhatikan, fitur ini sama sekali belum siap dan besar kemungkinan ada bug dan sejumlah fungsi lain yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dan lagi halaman 'Timeline' tidak akan menjadi tampilan default profil Facebook kita.

Untuk melihat halaman 'Timeline' lagi maka kita perlu mengetikkan http://www.facebook.com/NAMAKAMU?sk=timeline, di bagian NAMAKAMU itu isi dengan nama profil Facebook kita, maka kita bisa melihat lagi tampilan 'Timeline'. Lumayan untuk dipamerkan di hadapan teman-teman Facebook lainnya yang belum mencicipi fitur baru ini.(hahahahaha)
9/24/2011 11:36:00 PM | Baca Selengkapnya»

13 Alasan Facebook Blokir Account Kamu

Ditulis Oleh Keyoy on 19 Agustus 2011 | 8/19/2011 02:04:00 PM

MajalahAsik.com - Facebook adalah salah satu jejaring sosial yang mempunyai member atau anggota paling banyak. Keyoy sendiri jugak member di Facebook.

Coba bayangkan Account facebook kamu Tiba-tiba di blokir? pasti kamu bertanya-tanya kenapa facebook blokir account kamu. Jadi biar kita semua pada tau apa alasan facebook blokir account kita.

Berikut ini ada 13 sebab ata alasan Facebook ngeblokir account facebook kita. Tapi mungkin masih ada tambahan silakan kamu tambahkan di kotak komenta ya? :)

1.Kamu sering menganti Nama User Facebook.

Melalui menu settings, Anda memiliki kekuasaan untuk mengubah-ubah nama kamu, tentu bukan untuk sembarangan mengubah nama. Facebook akan mengecek setiap perubahan nama sehingga tidak aneh bila nama yang Anda gunakan belum berubah setelah beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah kamu mensubmit nama baru kamu hanya karena nama kamu terlihat mencurigakan. Bahkan bila ketahuan bahwa ada user yang menggunakan nama palsu, maka account tersebut bisa diblokir. Perlu diperhatikan bahwa nama samaran atau nickname juga termasuk yang dilarang di sini (tentu saja kalau sampai ketauan), jadi usahakan menggunakan nama yang tertera di KTP atau akta kelahiran kamu.

2.Terlalu banyak join ke group.

Kalau kamu join ke group, apakah kamu benar-benar mengikutinya? Atau sekedar untuk beriklan atau spamming dan mencari teman baru aja? Hati-hati kalau kamu sudah join ke 200 group atau lebih.

3.Kamu terlalu banyak mengirim message pada sebuah wall atau sebuah group.

Facebook akan menganggap tindakan kamu sebagai spamming. Atau bahkan dianggap terlalu fanatik terhadap suatu hal (evangelisme), misalnya saja masalah SARA. Kalau mau ngomongin sampai banyak hal ke satu orang, lebih baik lewat message aja, atau lewat fitur chat yang disediain.

4.Kamu terlalu banyak mengirim message ke banyak wall atau ke banyak group.

Ini yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berjualan suatu produk. Singkat kata bisa dikategorikan juga sebagai spamming. Kalau mau promosi produk, sebisa mungkin jangan berlebihan sampai group-group yang ga kita ikutin juga jadi korban “marketing plan” kamu (cieh, mentang-mentang semalem baru kerjain tugas entrepreneurship).

5.Kamu berteman dengan terlalu banyak orang.

Siapa bilang banyak teman itu selalu hal yang bagus? Bagi sebagian orang, banyak teman berarti populer, dan bahkan banyak yang senang kalau diajak kenalan. Di Facebook, kebanyakan teman justru akan terlihat mencurigakan, bukan cuma bagi tim Facebook-nya, tapi juga dari orang-orang yang kamu add sebagai teman. Sebagai catatan bahwa 5000 adalah jumlah maksimum teman yang bisa kamu punya di Facebook, dan juga makin mendekati angka ini berarti makin mencurigakan. Satu hal lagi yang penting, jangan nge-add teman hanya karena aplikasi saja!

6.Nama sekolah dan organisasi yang kamu ikuti mencurigakan / tidak benar. 

Jangan asal nulis bahwa kamu lulusan ITB atau Harvard kalau kamu baru sekolah sampai SMA sekarang ini. Hal ini termasuk juga di network.

7.Kamu poke terlalu banyak orang.

Salah satu fitur di Facebook adalah poke yang berfungsi untuk menarik perhatian dengan notification khusus (tanpa harus mengirim message). Hampir semua orang, baik yang merupakan teman atau ga bisa kita poke. Tapi jangan sampai kita poke ke terlalu banyak orang, apalagi kalau ga dikenal cuma karena iseng-iseng doank karena bisa-bisa account kamu diblokir.

8.Mengiklankan aplikasi di wall orang.

Oke, kamu membuat aplikasi atau kuis, trus kamu nulis di wall orang lain dengan tujuan promosi aplikasi kamu. Bukannya mendapat pengunjung yang ramai, malahan aplikasi kamu dihapus dan account kamu diblokir karena ini. Iklan dan spam batasnya sangat tipis di sini. Biarlah aplikasi kamu berkembang jumlah penggunanya karena pengguna itu sendiri walau harus berjalan dengan lambat.

9.Membuat pesan yang sama persis dan dikirim ke banyak orang.

Siapa sih yang ga suka metode copy paste? Selain praktis dan efektif, juga ga perlu repot-repot lagi membuat rangkaian kata baru. Tapi ini juga merupakan ciri-ciri spam yang tentu aja ga diperbolehkan di Facebook (sebagai info, spammer yang sudah profesional menggunakan message yang berbeda-beda untuk tiap spamnya).

10.Kamu adalah seekor kucing, perpustakaan atau bangunan.

“Being a real person is not enough, you must be a homo sapien.” Sebuah kutipan yang keren dan harus diingat. Yap, menjadi suatu hal yang benar-benar ada aja ga cukup untuk bergabung di Facebook, tapi kamu juga harus menjadi seorang manusia yang utuh. Jadi jangan sekali-sekali membuat account profile untuk peliharaanmu, usaha yang kamu rintis atau segala hal yang ga berbentuk manusia. Kalau mau, silahkan buat Page account saja karena itu memang tempat untuk segala macam hal selain profile pribadi.

11.Kamu berada di bawah umur 18 tahun.

Ok, sekarang mungkin terlihat ga relevan lagi karena Facebook sendiri sudah memperbolehkan tahun kelahiran 2009 digunakan! Tapi jangan menganggap sepele aturan ini karena dalam Terms of Use di bagian Eligibility masih tertulis aturan bahwa Anda harus berumur 13 tahun ke atas DAN berumur kurang dari 18 tahun tetapi berada di bangku SMA (high school) atau kuliah. Batasan ini bisa diacuhkan bila kamu sudah berumur 18 tahun lebih. Jadi jangan menganggap remeh aturan ini dan juga jangan memalsukan umur kamu.

12.Kamu menulis konten yang bersifat offensif.

Kamu mungkin memiliki pendapat berbeda dengan orang lain atau mungkin ga suka dengan orang lain. Tapi jangan sekali-sekali mengungkapkan itu melalui ruang publik secara kasar karena kamu bisa langsung diblokir. Dan jangan pula memuat foto-foto syur di sana. Rasanya ini aturan umum yang ada kalau mau bergaul secara online alias netiquette.

13.Mengoleksi informasi dari dan dengan menggunakan Facebook melalui script.
Jangan pernah sekali-sekali menggunakan script untuk mengoleksi data penggunanya. Facebook ga memberi toleransi sedikit pun bagi penggunaan script semacam ini. Dan gawatnya, kamu akan sulit mempertahankan profile kamu kalau sampai ini terjadi karena Facebook merekam aktivitas dan IP kamu, dan itulah yang akan mereka gunakan sebagai alasan untuk tetap memblokir kamu.
8/19/2011 02:04:00 PM | Baca Selengkapnya»

Batasan Umur Bagi Pengguna Facebook Akan Dihapus?


MajalahAsik.com — CEO Facebook, Mark Zuckerberg, kembali melontarkan komentar yang kontroversial terkait layanan di jejaring sosial. Tahun lalu, ia menyebut privasi tak lagi terlalu penting. Kali ini, ia mengusulkan dihapuskannya pembatasan umur bagi pengguna Facebook. Artinya, bayi yang masih merah pun boleh membuat akun di Facebook.

Sebagaimana diketahui, umur minimal pegguna Facebook adalah 13 tahun. Namun, dari sebuah penelitian yang dirilis beberapa waktu yang lalu, terdapat 7,5 juta pengguna Facebook yang berada di bawah 13 tahun, umumnya 11 tahun. Tetapi, tentu hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk membuka keran bagi mereka yang berada di bawah usia 13 tahun tersebut. Anak-anak tentu belum bisa melindungi diri mereka dari berbagai hal yang menyangkut dunia orang dewasa yang mampir ke halaman Facebook-nya.

Mark Zuckerberg menyatakan idenya tersebut dalam sebuah kesempatan berpidato di California beberapa hari yang lalu. Menurutnya, ia memiliki filosofi bahwa untuk pendidikan diperlukan waktu memulai yang sangat muda. Oleh karena pembatasan itu membuat anak-anak di bawah usia 13 tahun tersebut belum bisa memulai hal tersebut. Dengan membiarkan mereka menggunakan Facebook, kita bisa melihat apa yang akan mereka kerjakan. Mark juga berjanji untuk membuat anak-anak aman di Facebook.

Tentu saja ada yang janggal dari alasan Mark Zuckerberg ini. Pertama, soal pendidikan. Tentu tidak bisa dianggap bahwa menggunakan Facebook sedari anak-anak dianggap sebagai sebuah pendidikan. Mengapa? Sebab, Facebook bukanlah ruang pendidikan. Facebook adalah media di mana lalu lintas informasi melalui update status, foto, bahkan video sangat tinggi. Sebagian besar dari informasi yang mengalir di Facebook ini adalah konsumsi orang dewasa, bukan anak-anak.

Kedua, soal keamanan. Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, keamanan akun pengguna Facebook sangat rendah. Privasi pengguna di Facebook sangat rendah, hampir-hampir tidak ada karena kebijakan privasi yang sangat longgar yang disebabkan oleh ketentuan privasi Facebook yang berbelit dan sangat panjang. Sebagian pengguna Facebook tentu sudah sangat akrab dengan spam, scam, dan berbagai URL yang mengarah kepada konten dewasa. Tentu akan sangat membahayakan jika anak-anak dibiarkan untuk melihat semua hal ini.

Masih terkait dengan soal keamanan, di Facebook tidak ada satu pun jaminan yang mengatakan bahwa semua pengguna Facebook akan berlaku baik. Artinya, terbuka sekali kemungkinan para penjahat, terutama predator anak-anak, untuk bisa mencari mangsa dengan diperbolehkannya anak-anak membuat akun di Facebook.

Ketiga, adanya peraturan yang melarang pengumpulan informasi dari anak-anak di bawah usia 13 tahun, yaitu Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA), yang ditandatangani menjadi undang-undang pada 21 Oktober 1998 dan dimodifikasi efektif pada 21 April 2000. Aturan ini berlaku untuk situs web komersial dan layanan online yang diarahkan untuk anak di bawah 13 tahun yang mengumpulkan informasi pribadi dari anak-anak. COPPA melarang tindakan tidak adil atau menipu atau praktik sehubungan dengan pengumpulan, penggunaan, atau pengungkapan informasi pribadi dari dan tentang anak-anak di internet.

Dengan tiga alasan di atas, cukup jelas bahwa ide penghapusan batasan umur pengguna Facebook ini merupakan ide yang cukup gila dari Mark Zuckerberg. Situs zdnet.com menyebut ide ini sebagai ide paling buruk dari orang sekaliber Mark Zuckerberg. Meskipun Facebook telah cukup berusaha memperbaiki keamanannya, hal ini bukanlah jaminan dan alasan untuk melegalkan penghapusan batasan umur pengguna Facebook.

Terkait dengan anak-anak atau remaja yang berumur lebih dari 13 tahun pun, orangtua tetap diimbau untuk memerhatikan keterlibatan anak di dalam Facebook. Hal ini karena, sekali lagi, Facebook menolong penggunanya untuk terkoneksi dengan teman mereka yang online, tetapi belum tentu semua yang online adalah teman dari pengguna. Untuk memonitor keterlibatan anak di Facebook, orangtua disarankan untuk melakukan langkah berikut ini.

1. Monitor akun Facebook anak
Orangtua harus terlibat dalam jalinan pertemanan anak. Ini penting agar bisa mengetahui apa yang dilakukan anak di Facebook. Kalau tidak bisa, misalnya untuk anak remaja SMA, awasilah mereka dari teman mereka. Hal ini dilakukan oleh 18 persen orangtua dalam sebuah survei tentang pengguna Facebook usia antara 13-17 tahun. Orangtua jangan berusaha membuat akun Facebook dengan memalsukan umur anak. Kalau anak telah membuat akun Facebok tanpa sepengetahuan, hapuslah akun tersebut atau mintalah Facebook untuk menghapusnya dengan mengisi laporan "Report an Underage Child" yang disediakan oleh Facebook.

2. Manfaatkan kontrol privasi
Sekitar satu dari lima pengguna dewasa aktif Facebook mengatakan, mereka tidak menggunakan kontrol privasi yang disediakan Facebook. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap ancaman. Kontrol privasi Facebook tidak dapat mencegah setiap pelanggaran, tetapi mereka cukup membantu dalam kadar tertentu. Orangtua harus mengatur kontrol privasi anak terhadap apa saja yang bisa dilihat oleh semua pengguna Facebook. Misalnya, foto siapa saja yang bisa melihat dan siapa saja yang bisa mengirim pesan.

3. Matikan Instant Personalization
Facebook telah menambahkan beberapa situs ke fitur Instant Personalization, yang secara otomatis akan memperoleh informasi mengenai karakteristik pengguna Facebook. Saya sangat menyarankan fitur ini untuk dimatikan agar profil pengguna Facebook tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk kepentingan iklan dan lainnya.

Bagi orangtua, penting untuk mengetahui aktivitas anak di Facebook agar terhindar dari masalah yang timbul di kemudian hari, seperti penculikan anak dan lainnya. Facebook memang bermanfaat, tetapi hanya pada batas-batas tertentu. Akan lebih baik mencegah daripada tertimpa bencana.

Sumber : Kompasiana
8/19/2011 12:15:00 AM | Baca Selengkapnya»

5 Dosa Wanita Yang Dilakukan Di Facebook

Ditulis Oleh Keyoy on 30 Juli 2011 | 7/30/2011 12:11:00 PM

http://www.dryvit.ca/fileshare/doc/home/facebookJPG.jpg

MajalahAsik.com - Sadis banget judul artikel aku yang satu ini kan? tapi untuk para wanita gak aci marah- marah. ini hanya sekedar analisis oleh para pakarnya bukan orisinil dari aku jadi marah aja ke para pakarnya ya. hahaha ;D

Ini dia 5 Dosa Wanita Di Facebook:

1. Membuat profil palsu untuk menguntit mantan pacar
Hal satu ini mungkin tampak sedikit ekstrem. Tapi, banyak wanita sengaja membuat profil palsu untuk bisa memantau mantan pacar tanpa diketahui pasangannya. Daripada menelepon atau mengirimkan sms, sekadar menulis "Apa kabar?" di wall Facebook, cara ini memang lebih aman.
 
2. Memanipulasi penampilan
Menurut pria, tidak sedikit wanita yang sering memasang foto di Facebook untuk menampilkan citra diri yang tidak sesuai realitas. Dalam foto-foto mungkin ingin terlihat lebih seksi dan berani atau sebaliknya, dan berlawanan dengan kenyataan. Hati-hati, hal ini bisa menjadi bumerang buat wanita.

 
3. Menulis status berlebihan dan provokatif
Status di Facebook bisa dibaca siapa saja dan banyak wanita yang mengggunakannya untuk tujuan provokasi atau pamer. Bagi pria, hal yang paling menyebalkan adalah "curhat", soal kehidupan pribadi di status. Menurut pria, lebih baik berbicara langsung daripada mengumbarnya di Facebook, karena kesannya seperti mengharap belas kasihan. Selain itu, pamer soal kelebihan atau tempat yang didatangi dan langsung memasangnya di status.

 
4. Memasang foto ambigu
Status sudah berhubungan dengan seseorang, tetapi dalam beberapa foto terlihat mesra dengan pria lain. Hal ini seperti ingin "membakar" rasa cemburu pasangan dengan cara kekanakan. Foto ambigu itu juga menurut pria, sengaja untuk membuat orang lain mempertanyakan hubungannya, dan memberikan perhatian padanya.

 
5. Status hubungan palsu
Beberapa wanita lajang banyak memasang status hubungan dengan "in a relationship". Hal ini dilakukan untuk menghindari reaksi "kasihan" orang atas statusnya yang masih lajang. Hal ini menurut pria, sangat tidak masuk akal, karena justru status tersebut menghambatnya mendapat pasangan.
7/30/2011 12:11:00 PM | Baca Selengkapnya»

Akhirnya, Facebook Luncurkan Video Chat

Ditulis Oleh Keyoy on 07 Juli 2011 | 7/07/2011 05:52:00 PM


MAJALAHASIK.COM - Pendiri facebook, Mark Zuckerberg menyampaikan kabar gembira untuk para pengguna laman jejaring sosial yang dia dirikan. Zuckerberg mengatakan facebook meluncurkan 'video chat' untuk para penggunanya.

Fitur itu diluncurkan sebagai hasil kerja sama facebook dengan skype. Zuckerberg mengatakan, fitur ini merupakan perpaduan antara teknologi terbaik dan infrastruktur sosial terbaik. Sementara itu, Chief Executive Skype, Tony Bates mengatakan kerja sama kedua perusahaan ini telah dilakukan selama enam bulan terakhir.

Namun, saat ini, fasilitas video chat facebook masih terbatas antar dua pengguna saja. Namun, Zuckerberg mengatakan ke depannya, video chat ini bisa dibuat dalam sebuah grup.

Menurut Zuckerberg, saat ini pengguna facebook di seluruh dunia mencapai 750 juta orang. Menurut dia, setengah dari para pengguna itu membuat grup yang terdiri dari teman-temannya.

Namun demikian, fasilitas video chat ini belum bisa dinikmati oleh semua pengguna facebook karena peluncurannnya bertahap. Selain itu, fasilitas ini juga belum bisa dinikmati melalui hand phone.
7/07/2011 05:52:00 PM | Baca Selengkapnya»

Salah Bertindak di Facebook?Inilah Penghapus Ajaib

Ditulis Oleh Keyoy on 29 Maret 2011 | 3/29/2011 05:28:00 PM

Headline

MAJALAHASIK.COM - Khawatir tidak sengaja menyatakan cinta kepada sesorang atau mengunggah foto sensual memalukan di Facebook? Jangan khawatir. Aplikasi iPhone kini bisa menyelamatkan Anda.

Aplikasi iPhone bernama Last Night Never Happened (LNNH) ini membantu pengguna menghapus segala bukti digital yang memberatkan kehidupan melalui jejaring sosial, Facebook dan Twitter misalnya. Aplikasi itu akan terhubung ke segala akun jejaring sosial pengguna agar mudah menghapus foto, tulisan dan tweets via timeline.

Jika pengguna ingin menggunakan aplikasi ini, Anda tidak perlu membuka akun jejaring sosial satu per satu, cukup mengakses LNNH kemudian menghapus semua tulisan atau posting yang tidak disuka. Yang perlu diingat, penghapusan itu bersifat selamanya.

Di sisi lain, aplikasi itu cukup aman digunakan karena tidak menyimpan informasi pengguna dan memberi konfirmasi penghapusan.

“Aplikasi ini akan menyelamatkan hidup Anda (setidaknya kehidupan sosial Anda),” tulis aplikasi itu di halaman depan mereka. Jika Anda tertarik dapat mengunjungi iTunes store dan membelinya seharga US$ 0,99 (Rp 8910).
3/29/2011 05:28:00 PM | Baca Selengkapnya»

Twitter & Facebook Tak Bikin Anda Gaul

Headline

MAJALAHASIK.COM – Studi terbaru Yahoo mengungkap, media sosial (Twitter, Facebook, Orkut dan Bebo) tak membuat Anda ‘gaul’. Media ini hanya memiliki sedikit pengaruh pada dunia nyata.

Studi ‘Who Says What To Whom on Twitter?’ (siapa mengatakan apa kepada siapa di Twitter?) Yahoo Research ini pun menganalisa 260 juta tweet. Tweet yang diteliti adalah yang berisi alamat yang dipendekkan (bit.ly) yang dikirim ke Twitter pada jangka waktu 28 Juli 2009 - 8 Maret 2010.

Hasil penelitian ini: pengguna Twitter bukanlah orang-orang ‘gaul’. Pengguna-pengguna ini cenderung tak mengikuti seseorang yang telah mengikutinya, hanya 22% ‘hubungan’ di Twitter benar-benar dua arah. Selain itu terungkap, banyak orang hanya mengikuti kelompoknya sendiri.

Misalnya, selebriti hanya mau mendengar teman selebritinya, dan blogger hanya mau mendengar teman sesama bloggernya. Studi Yahoo ini juga mengungkap, jejaring sosial memang lebih demokratis dibanding media konvensional. Selain itu, jejaring sosial merupakan refleksi akurat dari minat dan cita rasa pribadi seseorang di dunia nyata.

Semua orang pasti kagum pada upaya Facebook untuk mengumpulkan semua emosi manusia ke dalam ‘Like’. Namun, CEO agen media sosial BrandGlue, Jeff Wildman, menemukan, 88% pengguna yang menekan tombol ‘Like’ selebriti atau suatu perusahaan, pengguna itu tak akan pernah kembali ke halaman itu.

Selain itu, mengikuti akun Twitter selebriti tak berarti kita benar-benar ‘menyukai’ mereka. Firma riset Twitalyzer mengungkap kesimpulan mengejutkan, kebanyakan selebriti yang diikuti penggemarnya bukanlah orang yang dianggap paling berpengaruh.

Nah, apakah kesimpulan riset ini juga berlaku untuk di Indonesia?
3/29/2011 05:25:00 PM | Baca Selengkapnya»

Miliuner Warren Buffett Kecam Jejaring Sosial

Ditulis Oleh Keyoy on 28 Maret 2011 | 3/28/2011 01:52:00 PM

Headline

MAJALAHASIK.COM - Miliuner Amerika Serikat Warren Buffett mengklaim nilai jejaring sosial yang populer kini terlalu mahal. Akibatnya, investor harus waspada dengan fenomena berlebihan ini.

Salah satu orang terkaya itu mengklaim penilai terhadap media sosial kini terlalu tinggi sehingga diperkirakan menyebabkan kehancuran sejumlah situs, beberapa dekade terakhir.

Bahkan, menurut keterangan Bloomberg, Buffet memberikan peringatan kepada investor untuk waspada terhadap penilaian tinggi beberapa jejaring sosial.

“Kebanyakan dari mereka (jejaring sosial) kemahalan,” ujar Buffet. "Ini sangatlah sulit untuk benar-benar memberi penilaian kepada jejaring sosial. Beberapa diantaranya memang pemenang besar sehingga seolah menambah nilai kepada yang lain.”

Meskipun tidak memberi contoh spesifik, valuasi atau nilai Facebook meningkat menjadi US$65 miliar setelah perusahaan ekuitas swasta General Atlnatic membeli 2,5 juta saham mereka.

Ini bukanlah satu-satunya pra-IPO yang dimiliki oleh beberapa situs. Contoh lainnya adalah situs Groupon yang meningkat nilainya menjadi US$25 miliar dan Twitter menjadi US$7,8 miliar.
3/28/2011 01:52:00 PM | Baca Selengkapnya»

Facebook Tak Mampu Lindungi Anak-anak

Ditulis Oleh Keyoy on 25 Maret 2011 | 3/25/2011 02:17:00 PM


MAJALAHASIK.COM - Penelitian terakhir yang dilakukan oleh lembaga riset The Pew Internet & American Life Project, mengungkapkan fakta yang mengejutkan: 46 persen anak berusia 12 tahun di Amerika Serikat sudah bergabung dalam jejaring sosial.

Selain itu, 73 persen remaja berusia 13 sampai 17 tahun mengaku telah memanfaatkan situs jejaring sosial, termasuk Facebook.

Padahal, belakangan ini telah terjadi tren di mana penjahat dunia maya (cyber criminal) beralih melakukan serangan dari model konvensional,  mengirimkan virus via email atau menanam script berbahaya di website. ke metode terkini, yakni dengan melakukan penipuan di situs media sosial.

Pada laporan terakhir, Symantec, perusahaan spesialis keamanan menyebutkan, dari seluruh penipuan yang terjadi di seluruh media sosial yang ada, sebanyak hampir 95 persennya terjadi di dua situs jejaring terkemuka yakni Facebook dan Twitter.

Ironisnya, pengguna anak-anak atau remaja merupakan target yang paling mudah diserang.

Untuk itu, awal bulan ini, Al Franken, anggota parlemen dari partai Demokrat di Minnesota, Amerika Serikat, menuliskan surat protes ke Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook. Ia meminta situs jejaring sosial itu merombak pengaturan keamanannya.

“Saat ini, sekitar 13 juta pengguna berusia di bawah 18 tahun boleh membagikan informasi pribadi mereka seperti layaknya pengguna dewasa,” tulis Franken, seperti dikutip dari Associated Press, 24 Maret 2011.

Pengguna usia muda ini, kata Franken, sangat rentan terhadap penjahat yang memanfaatkan Internet atau khususnya Facebook. “Seharusnya mereka tidak diperkenankan membagikan nomor telepon dan alamat rumah pada siapapun,” ucapnya.

Padahal, angka yang disebut Franken belumlah menggambarkan jumlah pengguna Facebook sebenarnya yang berusia di bawah umur.

Seperti diketahui, pada pasal keempat Statement of Rights and Responsibilities yang dicantumkan Facebook, disebutkan dengan jelas di pasal 1 dan 5 bahwa pengguna tidak boleh memasukkan informasi palsu, membuat akun untuk orang lain tanpa izin, dan tidak boleh menggunakan Facebook jika pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Namun, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Facebook dengan metode kebijakan yang digunakan saat ini.

“Ada banyak orang yang berbohong. Banyak yang masih di bawah 13 tahun tetapi ikut mendaftar ke Facebook,” ucap Mozelle Thompson, Chief Privacy Adviser Facebook.

Angka 13 tahun tersebut, kata Thompson, memang merupakan batas usia minimal yang diperkenankan sistem untuk melakukan pendaftaran. “Namun demikian, sistem itu tidaklah sempurna karena tidak ada mekanisme untuk mendeteksi apakah anak-anak melakukan pendaftaran dengan usia palsu,” ucapnya.

Kekhawatiran banyaknya pengguna di bawah umur yang mendaftar dan berinteraksi di jejaring sosial dikeluhkan pula oleh komite keamanan dunia maya parlemen Australia.

Senin, 21 Maret ini mereka telah memanggil, tidak hanya Mozelle Thompson yang mewakili Facebook, parlemen juga memanggil perwakilan Microsoft dan Yahoo untuk dimintai keterangan seputar masalah keamanan terkait Internet.

Dalam pernyataannya, Thompson mengungkapkan, mereka sebenarnya telah berupaya untuk mengurangi jumlah anak-anak berusia di bawah 13 tahun di situs jejaring sosial mereka.

“Kami menghapus hingga 20 ribu pengguna per hari karena mereka telah melanggar kebijakan Facebook seperti menyebarkan spam, konten tidak pantas, dan termasuk juga mereka yang berada di bawah umur,” kata Thompson, yang dikutip oleh Daily Telegraph.

Padahal, dari data Global User Demographics Facebook, dari 629.982.480 juta pengguna Facebook per Maret 2011, tercatat bahwa 20,6 persen berusia 13 sampai 17 tahun.

***

Selain Facebook, jejaring sosial dan situs lain yang populer di kalangan anak-anak juga terus berupaya mengatasi masalah tersebut meski dengan cara yang berbeda.

Sebagai contoh, MySpace, juga mewajibkan penggunanya berusia 13 tahun ke atas. Sayangnya, sama seperti Facebook, ia tidak punya mekanisme untuk melakukan verifikasi terhadap usia pendaftar.

Disney.com memungkinkan anak berusia 13 tahun ke bawah menjelajahi situs itu dan bermain-main di sana. Namun Disney tidak mengumpulkan informasi seputar anak-anak tersebut kecuali mereka melakukan pendaftaran, misalnya untuk mengikuti lomba, dan sebagainya.

Saat pendaftaran, anak-anak diminta untuk mengisikan alamat email orang tuanya agar mereka mendapatkan notifikasi. Namun Disney tidak mengumpulkan informasi lain di luar itu.

Langkah serupa diambil oleh Yahoo. Mereka tidak memperkenankan anak berusia 12 tahun ke bawah melakukan pendaftaran tanpa sepengetahuan orang tuanya. Setelah itu, sama seperti Disney, Yahoo membatasi informasi apa yang digunakan untuk berpartisipasi dalam kompetisi atau fitur interaktif serupa lainnya. Apakah Facebook perlu menerapkan hal serupa?
3/25/2011 02:17:00 PM | Baca Selengkapnya»

Tak Patuhi Aturan, Eropa Ancam FB & Twitter

Ditulis Oleh Keyoy on 21 Maret 2011 | 3/21/2011 02:17:00 PM

Headline

MAJALAHASIK.COM – Situr jejaring sosial Facebook dan Twitter mencapat ancaman dari Eropa. Pasalnya jejaring sosial itu tak mematuhi hukum Eropa atas pelindungan data pribadi.

VP Komisi Eropa Viviane Reding memaksa kedua situs berbasis Amerika Serikat (AS) itu mematuhi hukum Eropa atas perlindungan data pribadi. Saat di pertemuan Privacy Platform di Brussel, ia mengungkap berencana mengajukan proposal legislatif bersubyek ini pada musim panas ini.

"Agar efektif, hak perlindungan data harus benar-benar ditegakkan," tandasnya.
Tiap perusahaan yang beroperasi di Uni Eropa (UE) wajib mematuhi aturan, lanjutnya. Aturan baru akan berlaku, terlepas dari mana situs atau datanya berada.

"Tak ada pengecualian bagi penyedia layanan negara ketiga atas kendali data warga, termasuk jejaring sosial dari AS yang memiliki jutaan pengguna aktif di Eropa, mereka wajib mematuhi aturan UE,” paparnya.

Pengawas privasi nasional akan diberi wewenang menyelidiki dan menuntut pengatur data berbasis di luar UE, lanjutnya.

Aturan baru ini akan berlaku pada 25 Mei dan mewajibkan pemilik situs meminta izin pengguna sebelum menginstal cookie pada komputer mereka. Reding menjanjikan perlindungan warga UE terlepas dari data lokasi, privasi, dan transparansi serta apa yang disebut ‘hak yang dilupakan’.

“Warga berhak menarik persetujuan pengolahan data mereka”. Untuk menjaga perusahaan-perusahaan multinasional besar itu agar tetap sejalan, Reding menyerukan agar negara-negara UE menguatkan lembaga-lembaga pelindung mereka.

"Agar efektif, hak perlindungan data harus benar-benar ditegakkan," tegas Reding lagi.
3/21/2011 02:17:00 PM | Baca Selengkapnya»